Senin, 01 Juli 2013

Banyak arti dari kata Amin

http://dokumenrifky.blogspot.com/2013/07/banyak-arti-dari-kata-amin.html
Hy sobat? apa kabar?
Kata amin pasti gak asing lagi di telinga dan di bibir kita, kan kata amin ini sering kita ucapkan dalam sehari hari. Bener gak? hehe

Tapi sobat kalo mengucapkan kata amin nya seperti apa tuh? 
Soalnya salah pengucapan bisa beda arti loh. benar kah?


Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata "AMIN" yaitu :

1. "AMIN" (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM

2. "AAMIN" (alif panjang dan mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN

3. "AMIIN" (alif pendek dan mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA

4. "Aamiin" (alif dan mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI

Bagaimana dengan pengucapan/ penulisan "Amien" ??? STOP!!!

Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)


Ayooo sobat, sobat sering mengucapkan kata amin yang seperti apa tuuh?
Salah pengucapan bisa salah arti looh.

Allahu'alam.
»»  baca selengkapnya...

Pentingnya Berorganisasi

Sobat hidup berorganisasi gak? kalo iya sobat tau gak pentingnya berorganisasi? apa yang sobat dapat ketika berorganisasi?

ane juga mengikuti organisasi di pesantren ane di tasikmalaya, sangat banyak organisasi yang ane ikuti, karna bagi ane berorganisasi itu penting loh. Sobat tau gak apa sih arti organisasi itu?
http://dokumenrifky.blogspot.com/2013/07/pentingnya-berorganisasi.html

          Organisasi adalah sekumpulan dari orang-orang yang memiliki satu tujuan tertentu. Karena  memiliki tujuan tertentu, maka organisasi juga mengatur orang-orang yag menjadi anggota dengan berbagai macam usaha dan kegiatan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, organisasi menjadi sebuah kebutuhan nyata bagi manusia. Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat berdiri sendiri untuk menjalankan kehidupannya. Kesehariaannya akan selalu bersinggungan dengan manusia yang lain. Persinggungan tersebut dapat menguntungkan (kerja sama) dan dapat pula merugikan (menghisap/menindas). Agar terjadi persatuan yang erat dari kelompok (golongan) manusia yang memiliki kepentingan (tujuan) yang sama, maka manusia tersebut harus membentuk organisasi sebagai wadah persatuan dan kekompakan. Organisasi yang akan mengatur (memimpin) usaha-usaha golongan tersebut agar terwujud tujuannya.

          Cerita yang sering kita dengar di masyarakat adalah sepotong lidi akan mudah dipatahka, tapi apabila seikat lidi (seperti sapu) akan sangat sukar untuk dipatahkandan dapat pula kita pergunakan sebagai alat untuk membersihkan kotoran dan debu.


           Tanpa kita sadari, disinilah peran organisasi sangatlah dibutuhkan. Dimana dari sinilah pemikiran-pemikiran hasil bentukan pemuda ditampung yang kemudian diwujudkan dengan pergerakan-pergerakan yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Disini pula para pemuda mampu mengembangkan diri membentuk pendewasaan pikiran serta melakukan daya analisis tinggi, dan yang terpenting adalah kemauan bekereja dalam tim. Hanya dengan bersatu perubahan dapat kita lakukan.

           Namun nampaknya peran organisasi sendiri masih seringkali dipandang sebelah mata oleh segelintir orang. Yang mereka lihat organisasi adalah suatu kelompok yang beranggotakan orang-orang yang suka merusak, pemalas, ataupun orang-orang yang hanya bisa berkoar-koar belaka tanpa ada tindakan. Padahal kenyataannya sungguhlah tidak demikian. Hanya saja mereka yang tidak paham akan makna pentingnya suatu organisasi dalam membangun suatu bangsa.
  
Awalnya ane mengikuti organisasi sih cuma untuk menambah teman saja, ane belum faham apa ma'na berorganisasi dan apa manfa'atnya. Ternyata semakin lama ane mengikuti organisasi yang ada ternyata ane mendapatkan suatu manfa'at dari organisasi tersebut.
Yang ane rasakan mengikuti organisasi itu untuk:

  • Menambah pengalaman
           Dengan menjadi anggota panitia suatu kegiatan, kita mendapat pengalaman berorganisasi. Bagaimana bekerja dalam komunitas yang terdiri dari individu-individu majemuk, beraneka ragam latar belakang dan pola pikir. Ada yang berpikir cepat dan nyambung dengan pikiran kita, namun ada juga yang lemot dan enggak nyambung nyambung. hehehe

Dengan kesibukan tambahan ini, mau tidak mau kita harus belajar strategi menyatukan visi, membagi kerja, dan menjalankan tugas. Istilah kerennya, job description masing-masing tugas harus jelas. Berbagai benturan yang mungkin terjadi saat menyatukan visi, tentu akan menjadi tambahan pengalaman tersendiri. Begitu pula saat pembagian kerja, kita menjadi terbiasa untuk bekerja secara team work, saling membahu, mendukung satu dengan lainnya.

Selain memperoleh pengalaman berorganisasi, kita juga mendapatkan pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang yang kita kerjakan. Misalnya, bila bertugas sebagai seksi publikasi, kita akan mendapat pengalaman bagaimana berhubungan dengan orang lain di luar kelompok sendiri, bagaimana mempromosikan kegiatan yang kita buat dan media yang akan digunakan.

Bergabung dengan kepanitiaan suatu kegiatan tentu membuat kita harus berinteraksi dengan banyak orang. Proses interaksi ini membuat kita menjadi kenal dan dikenal banyak orang. Dengan kata lain, melalui pergaulan yang luas, kita akan memiliki banyak teman.

Yang ane rasakan ketika mengikuti organisasi juga ane jadi bisa berbicara didepan orang banyak, ane jadi terbiasa berbicara didepan orang-orang. sebelum ane mengikuti organisasi ane takut banget yang namanya berbicara didepan orang-orang, ketika ane terbiasa di organisasi di latih agar bisa berbicara di depan, ya alhamdulillah sekarang ane udah berani dan terbiasa seperti itu.

  • Sikap mental
         Kegiatan di luar sekolah juga membentuk sikap mental positif, misalnya kedisiplinan, ketekunan, kejujuran, dan percaya diri. Setiap kerja pasti ada target waktu (deadline) yang harus dicapai. Dengan adanya job description kita harus bisa memimpin diri sendiri, menentukan skala prioritas dan disiplin dalam menjalankan rencana kerja agar selesai sebelum target waktu (deadline) yang ditentukan.


Selain kedisiplinan, ketekunan kita juga terasah. Tidak semua tugas yang menjadi tanggung jawab, mudah dilaksanakan. Kadangkala ada tugas yang membutuhkan ketekunan, seperti mewawancarai orang penting yang sulit ditemui. Bila tidak tekun tugas kita tidak terselesaikan.

Jabatan yang kita emban berhubungan dengan kepercayaan. Dalam melaksanakan tugas, kita diberi kepercayaan, bisa berupa wewenang atau materi. Kita dituntut bersikap jujur, tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Hal ini membutuhkan keberanian untuk melawan keinginan negatif dan melatih kejujuran kita.

Dengan pengalaman yang kita dapatkan saat berorganisasi, secara sadar maupun tidak, tingkat kepercayaan diri kita juga meningkat. Kepercayaan diri yang tinggi ini amat berguna saat kita harus melangkah dan menentukan sesuatu. Bila kita percaya diri, maka kita akan lebih berani dalam menghadapi segala situasi.

  • Keuntungan tambahan
        Di luar semua itu, ternyata masih ada keuntungan tambahan yang bisa kita dapatkan dari kegiatan berorganisasi di sekolah. Keuntungan tambahan itu adalah suvenirsuvenir yang dapat kita koleksi untuk dikenang di masa depan. Suvenir-suvenir itu dapat berupa kaus, kartu kepanitian, bandana, topi dan lain-lain. Benda - benda yang sekilas tidak berharga itu mungkin bisa menjadi berharga karena menyimpan kenangan yang tidak tergantikan.

Namun, pada akhirnya betapa pun positifnya berorganisasi di sekolah, kewajiban utama kita sebagai pelajar adalah belajar. Kemampuan berorganisasi hendaknya disertai dengan kemampuan mengatur waktu dengan baik, agar kita dapat mendapatkan semua manfaat berorganisasi tanpa mengorbankan prestasi.

Tu kan sobat banyak manfa'at dari hidup berorganisasi, itu semua akan kita dapatkan bila kita sungguh sungguh dalam berorganisasi, selain dapat teman, kita juga dapat pengalaman. Kita akan merasakan manfa'at hidup berorganisasi ketika kita terjun ke masyarakat yang sebenarnya. Bukan pada waktu kita mengikutinya, mungkin banyak yang bilang untuk apa harus berorganisasi, orang berbicara seperti itu karna ia belum merasakan manfa'atnya hidup berorganisasi dan belum tau betapa pentingnya berorganisasi.





»»  baca selengkapnya...

Santri (sagala ngantri)

Santri (sagala ngantri), apakah benar tuuh santri teh sagala ngantri? bagi sobat yang pernah hidup di pesanren mungkin akan mengatakan benar, karna memang benar kenyataannya seperti itu, santri teh sagala nya selalu ngantri. 

Neehh yaa, ane merasakan hidup di pesantren menjadi santri disana. Ane tau gimana pengalamannya  jadi santri. Bangun pagi mau mandi selalu ngantri, mau wudhu ngantri, mau makan selalu ngantri, mau minum ngantri. Yaah begitulah hidup di pesantren serba ngantri gak kayak dirumah sendiri, kalo mau makan langsung ngambil trus makan tanpa ngantri, di pesantren harus ngantri butuh perjuangan agar mendapatkan sepiring nasi. Mau minum di tower pun ngantri. wajar lah santri kan harus dilatih kesabarannya, agar terbiasa hidup ngantri, wkwkwkw. 

Mau jadi santri harus sabar mengantri. Mau mandi ngantri dari jam serengah lima selesai mandi jam 5 lebih karna sebelumnya harus ngantri dulu. Kalo di pesantren jadi santri gak ngantri kayaknya gak seru tuh, serunya jadi santri tuh ngantri nya. jangan salah loh, budaya ngantri tuh melatih kita supaya sabar, dan merasakan betapa susah nya mau makan geh, butuh perjuangan. Banyak orang-orang diluar sana yang serba kurang susah nya mereka mendapatkan sepiring nasi, harus dengan kesabaran dan perjuangan kalo cuma diam saja gak mungkin mereka akan mendapatkan keinginannya untuk makan.

Hidup tuh jangan mau enaknya aja sobat, kita harus merasakan sebuah perjuangan, bener gak? hehe

Mau mandi ngantri, mau wudhu ngantri mau makan ngantri, mau minum ngantri, mau kentut juga ngantri, hehehe. itulah santri (sagala ngantri)
»»  baca selengkapnya...

Minggu, 30 Juni 2013

sejarah rambut ku cepak

suatu hal yang membuat gue malu di pesantren yaitu ketika gue berambut cepak.

Begini ceritanya.....

Suatu hari gak tau hari apa lupa lagi, pokoknya antara hari senin, selasa, rabu, kamis, jum'at, sabtu, kalau gak minggu. wkwkwk :D. Semakin hari rambut ini semakin panjang, bentar lagi ada perajiyaan di pesantren, biasa perajiyaan rambut bagi santri yang rambutnya gak rapih. Gue galau karna rambut gue panjang banget. Gue bingung pengen ijin tapi gak ada perijinan ke kota, Akhirnya gue mencari solusi yang bagus, gue panggil temen gue yang bisa nyukurin ne rambut, untungnya dia mau.

Penyukuran pun akan dimulai........

Temen gue bilang: "mau di gimana in neh rambut lo?" gue jawab: "cukur samping kanan dan kiri dan belakangnya aja, agak dipendekin!" temen gue pun berkata oke seperti layaknya tukang cukur yang handal dan profesional.

Penyukuran dimulai........

Temen gue nyukur rambut gue yang samping kanan dan kiri dan belakang. Dia nyukur kayak orang yang mahir, udah lama kelamaan ternyata dia nyukurnya tipis banget, rambut samping dan belakang gue habis kira" tinggal 1 mm. Gileee banget tuh, pokoknya rambut gue udah kayak batok kelapa, aneeehh lagi, bentuknya gak bener karuan banget, gue malu tuuuh pada waktu itu, temen"gue seasrama ngetawain gue seraya berkata: "pung! rambut lo kayak mangkok gitu!" disitu gue nahan malu muka merah rambut acak acakan, tukang cukur pun tidak bertanggung jawab asal maen pergi aja, entah lari kemana tukang cukur profesional itu.

Pengumuman dari masjid terdengar: hayoo para santri kemasjid! ayoo semuanya kemasjid!
Gue bingung harus ngapain gue malu banget mau keluar dari asrama, gue paksain harus ke masjid dari pada gue dihukum sama rohis. Ambil wudhu membuka peci, santri-santri melihat gue kayak ngeliat artis mendadak ke pesantren, membuka mulut mereka sambil ketawa terbahak bahak, gileee gue diketawain. Maluuuuuuuuuuuuuuuu bangeeeeeeeeeeeeet...

Keesokan harinya.......

Bangun shubuh, trus sholat berjama'ah di masjid. mandi siap siap pergi kesekolah, gue ke sekolah paling awal, kalo terakhiran udah banyak orang yang pergi kesekolah, nanti gue diketawain. KBM pun dimulai, gue duduk paling belakang, biar gak ditanyain guru. seharian penuh gue nahan malu karna rambut gue yang sangat bagus ini kayak mangkok. sore harinya gue langsung ke ruang pembina minta ijin ke kota untuk cukur rambut. Alhamdulillah gue diijinin karna merasa kasian sama gue.

Di kota.........
Naek angkot 09 warna putih bergaris biru. duduk paling depan, biar gak malu. Ketika gue ketemu tukang rambut gue bilang stop ke sopir angkot, bayar 1000 karna gue anak sekolah. Masuk ke tukang cukur langsung mengambil posisi duduk di tempat mencukur rambut.

Proses mencukur........

"Dek rambutnya mau dicukur kayak mana?" kata tukang cukur. Gue bilang: "hmmmm, di cepak aja we a'!"
gue mengambil keputusan di cepak karna ngeliat posisi rambut gue yang sangat karuan, samping dan belkang rambut gue yang sangat acak acakan. Melihat rambut yang berjatuhan dari kepala gue, memikirkan hasil cukuran rambut gue. 10 menit berlalu, selesai juga rambut gue dari acak-acakan menjadi rapih, dan gue semakin cool. Selesai cukur langsung bayar dengan harga 8000. Naik angkot langsung ke pesantren lagi.

Tiba di pesantren......

Masuk gerbang depan menuju asrama, berjalan mendengar suara gendang yang dipukul pukul, ternyata ada yang maenin marching band, gue mencoba berjalan melewati kerumunan santri yang sedang latihan marching band, mereka memandangi gue dengan tatapan yang sangat tajam. Menaiki tangga menuju asrama ruang 11 yang berada di lantai 2, temen"gue melihat gue penuh keheranan, teriak seseorang santri: woooyyyyyy ada tukuuuuuuuuul!. ternyata mereka menyamakan gue dengan tukul karna rambut gue cepak. Gue melihat cermin di asrama ternyata gara gara model rambut cepak gue jadi di panggil tukul. Seluruh santri memanggil gue dengan sebutan si tukul dengan gaya rambut cepak. Ya itu gue jadikan pengalaman yang sangat mengesankan.

itulah sejarah gue berambut cepak
»»  baca selengkapnya...

Jumat, 28 Juni 2013

Ada yang ngantri? masih lama gak? airnya banyak?

Ada yang ngantri? masih lama gak? airnya banyak?
hmmmm kata kata ini gak akan terlupakan di pikiran gue. Tau gak sih kata kata ini ni sobat yang tidak pernah lepas dari pendengaran gue kalo gue di pesantren.
dokumenrifky.blogspot.com

Bangun tidur jam setengah empat (03.30) pagi. Badan lemes mata merah langsung ambil konci lemari trus buka lemari, ambil gayung ambil anduk ambil baju dan peralatan mandi lainnya. Langsung lari menuju ke hamam (kamar mandi).  Wahhhhh ternyata hamam nya udah penuh, udah banyak orang yang ngantri. gileee gue kesiangan. Gue bingung mencari hamam yg kosong, gue langsung mengetuk pintu kamar mandi sambil ngomong "mauzud thobur(ada yang ngantri)?" yang didalam menjawab: "mauzud(ada)!". gue kecewa banget. Mencari pintu lain yg kira kira gak ada yg ngantri. gue ketok pintu yg lain: "mauzud thobur?" didalam menjawab: "mauzud!". kecewa ke2 kalinya. muter muter cari yg kosong gk ketemu juga. gue ngantri udah setengah jam berlalu. mencoba ngetuk pintu lagi: "mauzud thobur?" yg didalem ngejawab: "mafih akhy(gak ada)!" gue langsung ngejawab: "masih lama gak?" di jawab: "bentar lagi!" gue tanya lagi: "airnya banyak?" di jawab: "banyak". gue bilang: "ana ngantri akhy!" ketika orang itu keluar dari kamar mandi, gue masuk kedalem ternyata gak ada airnyaaaaaa, sial airnya di abisin. Terpaksa deh gue harus nunggu airnya penuh lagi. Adzan shubuh sebentar lagi, gue langsung bergegas mandi.

Sholat shubuh berjama'ah di masjid.
Ketika selesai gue ke kamar mandi. biasa mau ******* ternyata hamam semakin penuh di kerumuni orang yang mau mandi, terdengar teriakan: Ada yang ngantri? masih lama gak? airnya banyak?. wkwkwk kata kata  itu selalu terdengar setiap hari. Kata kata yang populer di kalangan para santri.

Sekolah jam 7 pulang jam 14.30.
Shalat ashar berjama'ah di masjid.

Setelah ashar para santri berolahraga sejenak menghilangkan kejenuhan setelah sekolah.
olahraga selesai, langsung lari menuju asrama untuk ngambil peralatan mandi, langsung bergegas menuju hamam. Ternyata udah banyak orang yang mandi, gak kebayang banyak nya santri 300 orang disana mandi pada waktu yang bersamaan, gilee banget tuh, pada berebut mencari kamar mandi yang kosong, siapa cepat dia dapat. di Pesantren dididik agar tidak lelet dan senantiasa hidup ngantri. Kata kata populer pun terlontarkan lagi, terdengar di kuping, seperti tidak mau hilang dari pendengaran. Ada yang ngantri? masih lama gak? airnya banyak? itulah kata kata populer di kalangan santri.

Di pesantren kalo gak mau ngantri mandi nya jam 12 malem, wkwkwkw.
Itulah kehidupan santri (sagala ngantri) wkwkwkw



»»  baca selengkapnya...

Translate

Jual tas cantik beraneka ragam