Tuesday, 25 June 2013

Petani tua dan Pohon kelapa

http://dokumenrifky.blogspot.com/2013/06/petani-tua-dan-pohon-kelapa.html
Seorang raja yang gemar berkeliling di wilayah kekuasaannya suatu waktu bertemu dengan seorang petani tua. Si petani sedang sibuk menggali tanah di belakang rumahnya tanpa mempedulikan sinar matahari yang mulai terasa menyengat kulit. Raja menghentikan langkah tepat di belakang petani tua. Dengan suara yang setengah lantang dia menegur petani tersebut.

       "petani, apa yang sedang kamu lakukan?" petani tua segera memalingkan muka dari tempat galiannya, ia sangat terkejut melihat paduka raja berada tepat dibelakangnya.
       "ampun paduka raja, saya sedang menanam pohon". mendengar jawaban petani tua tersebut, raja terkejut.
       "setua ini kamu masih mau menanam pohon! pohon apa yang sedang kamu tanam?" sambil membukukkan badan petani tua menjawab pertanyaan paduka yang mulia.
       "ampun paduka raja, hamba menanam pohon kelapa".
       "Hah! apa aku tidak salah dengar? bukannya pohon kelapa lambat tumbuh dan agak sulit berbuah?." Ucap sang raja yang terkejut mendengar penjelasan petani.
       "Betul, tuanku mulia," jawab petani tua dengan penuh kesungguhan mencoba meyakinkan rajanya.

Setengah percaya, raja menanyakan alasan rakyatnya tersebut menanam pohon kelapa, padahal ia sudah sangat tua.
       "Kalau begitu mengapa kamu menanamnya? sudah pasti kamu tidak dapat menikmati buah pohon yang kamu tanam sekarang."
dengan penuh hormat, pak tani menjelaskan alasannya menanam pohon kelapa.
       "Ma'af tuanku mulia, orang-orang sebelum saya telah menanam pohon yang buahnya saya nikmati sekarang, dan sekarang saya menanam pohon agar buahnya bisa dinikmati oleh orang-orang setelah saya." Paduka raja sangat terkejut mendengar penjelasan petani yang bijaksana tersebut.
       "luar biasa engkau petani tua, jika semua rakyatku berfikiran yang sama seperti engkau niscaya kerajaan kita akan bertahan sampai akhir masa."

Raja mengeluarkan beberapa keping emas dari sakunya, kemudian dengan tersenyum dia memberikan kepingan emas tersebut kepada petani tua yang telah membuatnya bahagia.

Subhanallah, sang petani tua yang punya pemikiran seperti itu, ia menanam pohon kelapa agar bisa dinikmati oleh orang setelah ia. Apakah kita berfikir seperti itu? kayaknya kita hanya menikmati buahnya saja. Kadang pohon pohon disekitar kita malah kita rusak tanpa menanamnya kembali. Kalo kita tidak bisa menanamnya kembali lebih baik kita merawat yang sudah ada.

Sobat pernah gak berfikir seperti petani tua tersebut? wkwkwk kayaknya enggak deehh :p
Orang-orang sebelum kita telah menanam pohon yang buahnya sekarang kita nikamti. Dan, sekarang kita menanam pohon agar buahnya bisa dinikmati oleh orang-orang setelah kita. Apakah kita bisa seperti itu? haruuus bisa.

"seorang muslim yang menanam atau menabur benih, lalu ada sebagian yang dimakan oleh burung atau manusia, ataupun oleh binatang, niscaya semua itu akan menjadi sedekah baginya." (H.R. Bukhari dan Muslim)

sumber cerita: dari buku jemput surgamu.

Baca lagi dong cerita inspiratif lainnya klik ini
ada cerita kisah 20.000, kasih seorang ibu, dan masih banyak lagi

Translate